Masih Ragu Bayar Zakat Emas? Begini Ketentuannya!

Zakat merupakan rukun Islam ke empat yang harus ditunaikan oleh seorang muslim jika sudah memenuhi syarat zakat. Zakat dibedakan menjadi dua jenis, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat mal terdiri atas harta benda yang dimiliki, termasuk di dalamnya adalah hewan ternak serta emas dan perak.

Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan tentang bagimana cara melaksanakan zakat emas beserta dengan ketentuan zakat emas dan cara membayarnya.

Hukum Mengeluarkan Zakat Emas dan Perak

Hukum mengeluarkan zat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi SW bersabda:

“Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak mengeluarkan zakat melainkan pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknyua lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali dingin akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali padanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia melihat tempat kembalinya apakah ke surga atau ke neraka.” (HR. Muslim)

Syarat Zakat Emas dan Perak

Sebelum mengeluarkan zakat emas ataupun perak, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut syarat dalam menunaikan zakat emas ataupun perak:

1. Milik Diri Sendiri

Emas dan perak yang dimiliki haruslah miliki sendiri secara sempurna dan sah, bukan berasal dari pinjaman atupun milik orang lain.

2. Sampai pada Haulnya

Emas dan perak tersebut harus sampai pada haulnya, yang artinya harta tersebut sudah disimpan dalam waktu satu tahun berjalan.

3. Sampai pada Nisabnya

Harta tersebut harus sudah mencapai batasnya untuk bisa dikategorikan sebagai harta yang wajib untuk dizakati. Nisab untuk emas ialah 85 gram, sedangkan perak sebesar 595 gram.

Nisab Zakat Emas Perak

Seperti yang dikutip dari Dakwahdaily.com, bahwa nisab dari emas ialah jika emas tersebut sudah melebihi dari 85 gram (mengikuti harga dari Buy Back emas saat zakat akan ditunaikan oleh si pemilik). Untuk kadar dari zakat emas ini sebesar 2,5%.

Sedangkan, zakat perak haruslah melebihi 595 gram dengan kadar zakat 2,5%. Jika harta emas dan perak yang Anda miliki sudah melebihi nisabnya, maka harta tersebut wajib untuk dizakatkan.

Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak

Bagaimana cara menghitung zakat emas? Zakat emas atau perak dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

2,5% x Jumlah emas atau perak yang sudah tersimpan dalam kurun waktu 1 tahun.

Contohnya yakni, si Fulan memiliki harta berupa emas yang sudah mencapai 100 gram. Maka emas tersebut wajib untuk dizakatkan karena sudah melebihi nisabnya.

Namun sebelumnya, Anda harus mengkonversikan harga emas terlebih dahulu ke dalam nilai mata uang. Misalnya, harga emas per gram ialah Rp 900.000. Maka, emas 100 gram yang dimiliki oleh Si Fulan sama dengan Rp 90.000.000.

Zakat emas yang wajib ditunaikan oleh Si Fulan ialah sebesaar 2,5% x Rp 90.000.000 = Rp 2.250.000,-

Nah, jika Anda ingin berzakat dengan menggunakan emas atau perak secara langsung, maka hal tersebut diperbolehkan. Akan tetapi, lebih mudahnya jika emas atau perak tersebut dikonversikan terlebih dahulu.

Dengan membayar zakat dari harta yang dimiliki, maka hal tersebut merupakan salah satu bentuk untuk menyucikan harta dan membuatnya menjadi lebih berkah.

Allah SWT juga telah berjanji kepada setiap hamba-Nya yang bersedekah, bahwa Allah akan mencukupkan rezeki bagi siapa saja yang bersedekah di jalan Allah SWT. Terlebih, harta tersebut akan menjadi naungan di akhirat kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *